Monday, 14 November 2022

DAULAH USMANI DI TURKI

 

 DAULAH USMANI DI TURKI



Halo, teman-teman hari ini kita akan belajar mengenai Daulah Usmani Di Turki loh, mulai dari Lahirnya Daulah Usmani, Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daulah Usmani, Kemajuan Peradaban Islam Daulah Usmani dan Kemunduran Peradaban Islam Daulah Usmani.

Untuk tahu lebih lanjut Proses Perkembangan Daulah Usmani ,yuk kita baca bersama!!

 

Daulah Usmani berasal dari Suku Kayi Turki Barat. pada waktu itu Jengis Khan melakukan agresi di wilayah Turkistan yang didiami suku Kayi. Karena Merasa terancam akhirnya Sulaiman Syah pemimpin suku Kayi, meminta perlindungan dari penguasa Transoksania bernama Jalaluddin Mungurbiti bin Khawarizmi, namun pada akhirnya Transoksania berhasil dikuasai oleh tentara Mongol loh.

Sulaiman Syah memimpin anggotanya untuk pergi ke Kurdistan dan ke
Sankurtakin, Togdai, Ertoghrul dan Dandan. Satu kelompok menginginkan kembali ke daerah asal dan satu kelompok lainnya melanjutkan expedisi ke wilayah Asia kecil bersama Ertoghrul dan Dandan. Dalam perjalanan Ertoghrul putera ketiga dari Sulaiman Syah diangkat sebagai pemimpin baru hingga akhirnya mereka menetap di Anatolia.


Pada tahun 1288 M Ertoghrul meninggal dunia, oleh Alaudin I diangkatlah puteranya yang bernama Usman sebagai penggantinya.Karena kesetiaannya Alaudin I memberinya gelar Bey pada Usman dan diberikan daerah yang lebih luas serta dapat memakai mata uang sendiri, bahkan namanya juga disebut dalam setiap khutbah Jum`at.

Alaudin I meninggal dunia, sementara Sultan Alaudin I tidak memiliki putera yang pantas mengantikan kedudukannya. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Usman untuk menyatakan diri sebagai Padishah Al Usmaniyah yang juga mendapat dukungan penuh dari rakyat.

B. Strategi Dan Kebijakan Pemerintahan Daulah Usmani

Kebangkitan Daulah Usmani tidak lepas dari melemahnya kekuasaan Daulah Abbasiyah. Lahirnya pemimpin-pemimpin hebat menjadikan Daulah Usmani sebagai penguasa dunia loh yang tentunya kembali mengangkat kejayaan Islam dan peradabannya.

Jika ingin tahu lebih lanjut mari kita simak penjelasannya dibawah ini ya sobat….

1.      Usman (699-726 H/1299-1326 M)

Disebut dengan Usman I, karena dia adalah pendiri Daulah Usmani yang menyiapkan kerajaan yang dibangun atas sendi-sendi persatuan suku Turki. Nah Usman ini adalah seorang yang sangat pemberani, mukhlis, adil dan bijaksana. Dengan sifat-sifat terpuji yang dimiliki, tentunya menjadi kebanggan bagi masyarakat dan pengikutnya. Usman membangun tentara yang berjuang tanpa pamrih, semua atas dasar karena Allah Swt. Para pejuang tersebut sering disebut dengan al-Ghazi yang terdiri dari ikhwan (pesaudaraan) Tarekat Baktasyi. Khalifah Usman meninggal dengan meninggalkan wilayah yang luas kurang lebih 16.000 km persegi. Sebagai daulah yang baru berdiri pada masa kekuasaannya berhasil membebaskan kota Bursadi tepi laut Marmara.

2.      Orkhan (726-761 H/1326-1360 M).

Menggantikan kedudukan ayahandanya Orkhan memindahkan kerajaan dari Qurah Hisyar (Iskisyiyar) ke Bursa. Pada masa kekuasaan Orkhan bergabunglah wilayah Turkeman, kemudian perluasan wilayah dilanjutkan ke Nicaea (1331), Nicomedia (1337), Scutari (1338), ia juga bisa mengontrol wilayah teluk Edremit.

Orkhan berhasil mendirikan jabatan Shadr Azham (perdana menteri).Jabatan tersebut diberikan pada adiknya yaitu Alauddin. Ia juga membentuk tentara khusus dengan nama Inkisyariyah atau Jenissari (Yani Tasyri). Bendera pada saat itu berwarna merah dengan bulan sabit di tengahnya. Di bawah bulan sabit terdapat gambar pedang yang mereka sebut Dzulfiqar, yaitu nama pedang yang pernah dimiliki oleh Ali bin Abu Thalib ra. Orkhan banyak membangun, menertibkan administrasi, menguatkan militer, membangun masjid dan akademi-akademi ilmu pengetahuan.

3.      Murad(761-791H/1360-1388M).

Setelah sultan Orkhan wafat, kedudukannya digantikan oleh Murad I yang merupakan putera kedua dari Orkhan. Mengantikan kedudukan ayahnya sebagai penguasa karena putera pertama Orkhan yaitu Sulaiman yang meninggal terlebih dahulu. Perjuangannya terus dilanjutkan dengan menaklukkan Macedonia, Shopia ibu kota Bulgaria, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Banyaknya kota-kota yang ditaklukkan oleh Murad I dan hampir tidak terbendung, membuat bangsa Eropa mulai cemas.

Sultan Murad I meninggal dengan syahid dalam usia 65 tahun pada 15 Syaban 791 H

Banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya dari kepemimpinan Sultan Murad I, di antaranya;

a.       Menyebarnya Islam yang semakin meluas di Wilayah Balkan, banyak pemimpin mereka yang masuk Islam,

b.      Kedaulatan Daulah Usmani semakin dihormati dan dihargai oleh bangsa Eropa.

c.       Pengaruh Daulah Usmani semakin meluas, sehingga syiar Islam semakin berkembang.

 

4.      Bayazid I (791-805 H/1389-1402 M).

Setelah Sultan Murad I wafat, kepemimpinan Daulah Usmani dilanjutkan oleh putranya yaitu Sultan Bayazid I. Dia adalah orang yang sangat pemberani, cerdas, murah hati, dan memiliki semangat yang kuat untuk melakukan perluasan wilayah Islam. Oleh karena itu, dia sangat memperhatikan masalah-masalah kemiliteran, mengarahkan perluasan wilayahnya ke negara-negara Kristen Anatolia.

 

d.      Kemajuan Peradaan Islam Masa Daulah Usmani

Kebangkitan Daulah Usmani diprakarsai oleh Muhammad I, kemenangan Timur
Lenk atas Daulah Usmani meninggalkan luka yang sangat mendalam, ditambah perselisihan antar saudara di dalam keluarga Usmani. Bisa dikatakan bahwa Muhammad I adalah pendiri Daulah Usmani periode kedua setelah membawa bangsanya berjuang kembali meraih kejayaannya. Melampauai kejayaan yang diperoleh pendiri Daulah Usmani pada masa sebelumnya.

Di antara para penguasa Daulah Usmani generasi kedua yang membawa ke puncak kejayaan adalah :

1.      Muhammad I (817-824 H/1403-1421 M).

Muhammad I adalah putera bungsu dari Bayazid, setelah berkuasa menggantikan ayahnya ia mulai menyusun kekuatan kembali dan memulihkan keadaan Turki Usmani dari upaya memecah-belah yang dilakukan oleh Timur Lenk.
Sultan Muhammad I adalah sosok yang sangat cinta kedamaian dan ilmu pengetahuan.
Sultan Muhammad I hadir pada waktu yang tepat, di saat rakyat mendapat seorang penguasa yang sesuai dengan harapan, namun Allah Swt berkehendak lain.

 

2.      Murad II (824-855 H/1421-1451 M).

MuradIImenggantikan ayahandanya Muhammad I pada usia yang masih 18 tahun Sultan Murad II membuat istana penguasa bernuansa akademis, hal tersebut dilakukan agar kegiatan keilmuan tetap berkembang pada zamannya. Dia mengirimkan sejumlah uang untuk kesejahteraan penduduk Makkah, Madinah dan Baitul Maqdis sebanyak 3.500 dinar setiap tahunnya Sultan Murad II menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 16 Muharram 855 H. Bertepatan dengan tanggal 18 Februari 1451 M di Andrianopel menjelang usia 47, dan sesuai wasiatnya kemudian dimakamkan pada hari Jum`at di samping masjid Jami` Muradiyah di Bursa.

3.      Muhammad II Al-Fatih (855-884 H/1451-1481 M).

Al-Fatih adalah gelar kebanggaan beliau karena berhasil menaklukkan Konstantinopel sebagai ibu kota Byzantium. Sejak beliau, Muhammad A-Fatih sudah dididik oleh ulama-ulama rabbani. Setelah memasuki Konstantinopel disana terdapat sebuah gereja Hagia Sofia Al-Fatih dengan kebaikan akhlaknya memberikan sikap bijaksananya dan perlindungan kepada seluruh penduduk Konstantinopel.

4.      BayazidII(884-918H/1481-1512M).

Menggantikan kedudukan ayahnya, Bayazid II penguasa yang tidak terlalu kuat. Ketidakharmonisan ini sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi masyarakat yang sebelumnya sangat dinamis.Kesejahteraan para guru/pengajar juga sangat diperhatikan. Sultan dikenal sebagai seorang pemimpin yang mencintai penduduk dua kota suci Makkah dan Madinah.

5.      SalimI(1512-1520M/918-926H).
Selama menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Salim I membuat wajah baru dalam pemerintahan Daulah Usmani. Dimasa pemerintahannya banyak kebijakan yang dilakukan dalam bidang kemiliteran. Salim I merupakan salah satu penguasa Salim I juga seorang pujangga yang menulis puisi dalam bahasa Turki dan Persia menggunakan nama Mahlas Selimi, yang kumpulan puisi Persianya masih utuh hingga hari ini Dalam salah satu puisinya, dia menulis, «Sebuah permadani cukup besar untuk diduduki oleh dua orang sufi, tetapi dunia tidak cukup besar untuk dua orang raja».

6.      SulaimanAl-Qanuni(927-974H/1520-1566M)

Sulaiman lahir pada tanggal 6 November 1469 M di Trabzon. Sulaiman Al-Qanuni naik tahta pada saat Turki Usmani mengalami puncak kejayaan, peristiwa penting di masa kepemimpinannya, ialah upaya penyempurnaan undangundang Turki Usmani. Sulaiman Al-Qanuni melakukan pembangunan yang fenomenal. Masjid Sulaiman, 81 masjid jami’, 52 masjid kecil, 55 madrasah, 7 asrama pelajar, 5 buah takiyah , 7 jembatan, 33 istana, 18 pesanggrahan, 5 museum dan 33 pemandian umum. Penaklukan yang dilakukan Sulaiman A-Qanuni menyebabkan kesultanan menguasai kota-kota besar Islam sepertiMekah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, dan Baghdad.


D. Kemunduran Peradaban Islam Masa Daulah Usmani

Mundurnya Daulah Usmani ditandai dengan kebangkitan bangsa Barat atau Eropa, hal ini disebabkan karena lemahnya penguasa Daulah Usmani dan lemahnya sistem pemerintahan. Pasukan Inkisyariyah juga berpengaruh terhadap kekacauan kekacauan yang timbul pada saat itu.

Kondisi pemerintahan yang lemah dan kemerosotan akhlak para pemimpin Daulah
Cinta dunia, pola hidup mewah dan berfoya-foya, sikap iri hati, saling membenci , dan banyak perilaku dhalim dari penguasa. Banyak masyarakat yang terlena dengan gemerlap dunia namun banyak juga yang merana dan terbelenggu dalam jurang kemiskinan. Sehingga lambat laun, banyak yang meninggalkan nilai-nila agama dan sosial. Banyak terjadi upaya penyerangan dari Raja-raja Eropa, hal ini sudah dimulai sejak akhir abad XVI. Dalam perjuangannya, mereka banyak dibantu oleh pihak Barat untuk mewujudkan citacitanya.

 

 

0 comments:

Post a Comment