DAULAH USMANI DI TURKI
Halo, teman-teman hari
ini kita akan belajar mengenai Daulah Usmani Di Turki loh, mulai dari Lahirnya
Daulah Usmani, Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daulah Usmani, Kemajuan
Peradaban Islam Daulah Usmani dan Kemunduran Peradaban Islam Daulah Usmani.
Untuk tahu lebih lanjut
Proses Perkembangan Daulah Usmani ,yuk kita baca bersama!!
Daulah
Usmani berasal dari Suku Kayi Turki Barat. pada waktu itu Jengis Khan melakukan
agresi di wilayah Turkistan yang didiami suku Kayi. Karena Merasa terancam
akhirnya Sulaiman Syah pemimpin suku Kayi, meminta perlindungan dari penguasa
Transoksania bernama Jalaluddin Mungurbiti bin Khawarizmi, namun pada akhirnya
Transoksania berhasil dikuasai oleh tentara Mongol loh.
Sulaiman
Syah memimpin anggotanya untuk pergi ke Kurdistan dan ke
Sankurtakin, Togdai, Ertoghrul dan
Dandan. Satu kelompok menginginkan kembali ke daerah asal dan satu
kelompok lainnya melanjutkan expedisi ke wilayah Asia kecil bersama Ertoghrul
dan Dandan. Dalam perjalanan Ertoghrul putera ketiga dari Sulaiman Syah
diangkat sebagai pemimpin baru hingga akhirnya mereka menetap di Anatolia.
Pada tahun 1288 M Ertoghrul meninggal
dunia, oleh Alaudin I diangkatlah puteranya yang bernama Usman sebagai
penggantinya.Karena kesetiaannya Alaudin I memberinya gelar Bey pada Usman dan
diberikan daerah yang lebih luas serta dapat memakai mata uang
sendiri, bahkan namanya juga disebut dalam setiap khutbah Jum`at.
Alaudin I meninggal dunia, sementara Sultan
Alaudin I tidak memiliki putera yang pantas mengantikan
kedudukannya. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Usman untuk menyatakan diri
sebagai Padishah Al Usmaniyah yang juga mendapat dukungan penuh dari rakyat.
B. Strategi Dan Kebijakan Pemerintahan Daulah Usmani
Kebangkitan Daulah Usmani
tidak lepas dari melemahnya kekuasaan Daulah Abbasiyah. Lahirnya
pemimpin-pemimpin hebat menjadikan Daulah Usmani sebagai penguasa dunia loh
yang tentunya kembali mengangkat kejayaan Islam dan peradabannya.
Jika ingin tahu lebih lanjut
mari kita simak penjelasannya dibawah ini ya sobat….
1. Usman
(699-726 H/1299-1326 M)
Disebut
dengan Usman I, karena dia adalah pendiri Daulah Usmani yang menyiapkan
kerajaan yang dibangun atas sendi-sendi persatuan suku Turki. Nah Usman ini
adalah seorang yang sangat pemberani, mukhlis, adil dan bijaksana. Dengan
sifat-sifat terpuji yang dimiliki, tentunya menjadi kebanggan bagi masyarakat
dan pengikutnya. Usman membangun tentara yang berjuang tanpa pamrih, semua atas
dasar karena Allah Swt. Para pejuang tersebut sering disebut dengan al-Ghazi
yang terdiri dari ikhwan (pesaudaraan) Tarekat Baktasyi. Khalifah Usman
meninggal dengan meninggalkan wilayah yang luas kurang lebih 16.000 km persegi.
Sebagai daulah yang baru berdiri pada masa kekuasaannya berhasil membebaskan
kota Bursadi tepi laut Marmara.
2.
Orkhan (726-761 H/1326-1360 M).
Menggantikan kedudukan ayahandanya Orkhan memindahkan
kerajaan dari Qurah Hisyar (Iskisyiyar) ke Bursa. Pada masa kekuasaan Orkhan
bergabunglah wilayah Turkeman, kemudian perluasan wilayah dilanjutkan ke Nicaea
(1331), Nicomedia (1337), Scutari (1338), ia juga bisa mengontrol wilayah teluk
Edremit.
Orkhan berhasil mendirikan jabatan Shadr Azham
(perdana menteri).Jabatan tersebut diberikan pada adiknya yaitu Alauddin. Ia
juga membentuk tentara khusus dengan nama Inkisyariyah atau Jenissari (Yani
Tasyri). Bendera pada saat itu berwarna merah dengan bulan sabit di tengahnya.
Di bawah bulan sabit terdapat gambar pedang yang mereka sebut Dzulfiqar, yaitu
nama pedang yang pernah dimiliki oleh Ali bin Abu Thalib ra. Orkhan banyak membangun,
menertibkan administrasi, menguatkan militer, membangun masjid dan
akademi-akademi ilmu pengetahuan.
3.
Murad(761-791H/1360-1388M).
Setelah sultan Orkhan wafat, kedudukannya
digantikan oleh Murad I yang merupakan putera kedua dari
Orkhan. Mengantikan kedudukan ayahnya sebagai penguasa karena putera
pertama Orkhan yaitu Sulaiman yang meninggal terlebih dahulu. Perjuangannya terus dilanjutkan
dengan menaklukkan Macedonia, Shopia ibu kota Bulgaria, dan seluruh wilayah bagian utara
Yunani. Banyaknya kota-kota yang
ditaklukkan oleh Murad I dan hampir tidak terbendung, membuat bangsa Eropa
mulai cemas.
Sultan
Murad I meninggal dengan syahid dalam usia 65 tahun pada 15 Syaban 791 H
Banyak
hal yang bisa dipetik hikmahnya dari kepemimpinan Sultan Murad I, di antaranya;
a. Menyebarnya
Islam yang semakin meluas di Wilayah Balkan, banyak pemimpin mereka yang masuk
Islam,
b. Kedaulatan
Daulah Usmani semakin dihormati dan dihargai oleh bangsa Eropa.
c. Pengaruh
Daulah Usmani semakin meluas, sehingga syiar Islam semakin berkembang.
4.
Bayazid I (791-805 H/1389-1402 M).
Setelah
Sultan Murad I wafat, kepemimpinan Daulah Usmani dilanjutkan oleh putranya
yaitu Sultan Bayazid I. Dia adalah orang yang sangat pemberani, cerdas, murah
hati, dan memiliki semangat yang kuat untuk melakukan perluasan wilayah Islam.
Oleh karena itu, dia sangat memperhatikan masalah-masalah kemiliteran,
mengarahkan perluasan wilayahnya ke negara-negara Kristen Anatolia.
d. Kemajuan
Peradaan Islam Masa Daulah Usmani
Kebangkitan
Daulah Usmani diprakarsai oleh Muhammad I, kemenangan Timur
Lenk atas Daulah Usmani meninggalkan luka yang
sangat mendalam, ditambah perselisihan antar saudara di dalam keluarga
Usmani. Bisa dikatakan bahwa Muhammad I adalah pendiri Daulah Usmani
periode kedua setelah membawa bangsanya berjuang kembali meraih kejayaannya.
Melampauai kejayaan yang diperoleh pendiri
Daulah Usmani pada masa sebelumnya.
Di
antara para penguasa Daulah Usmani generasi kedua yang membawa ke puncak
kejayaan adalah :
1. Muhammad
I (817-824 H/1403-1421 M).
Muhammad I
adalah putera bungsu dari Bayazid, setelah berkuasa menggantikan ayahnya
ia mulai menyusun kekuatan kembali dan memulihkan keadaan Turki Usmani dari
upaya memecah-belah yang dilakukan oleh Timur Lenk.
Sultan Muhammad I adalah sosok yang sangat cinta
kedamaian dan ilmu pengetahuan.
Sultan Muhammad I hadir pada waktu yang
tepat, di saat rakyat mendapat seorang penguasa yang sesuai dengan
harapan, namun Allah Swt berkehendak lain.
2. Murad
II (824-855 H/1421-1451 M).
MuradIImenggantikan ayahandanya Muhammad I
pada usia yang masih 18 tahun Sultan Murad II membuat istana penguasa bernuansa
akademis, hal tersebut dilakukan agar kegiatan keilmuan tetap berkembang pada
zamannya. Dia mengirimkan sejumlah uang untuk kesejahteraan penduduk Makkah,
Madinah dan Baitul Maqdis sebanyak 3.500 dinar setiap tahunnya Sultan Murad II
menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 16 Muharram 855 H. Bertepatan dengan
tanggal 18 Februari 1451 M di Andrianopel menjelang usia 47, dan sesuai
wasiatnya kemudian dimakamkan pada hari Jum`at di samping masjid Jami`
Muradiyah di Bursa.
3. Muhammad
II Al-Fatih (855-884 H/1451-1481 M).
Al-Fatih adalah gelar kebanggaan beliau
karena berhasil menaklukkan Konstantinopel sebagai ibu kota Byzantium. Sejak
beliau, Muhammad A-Fatih sudah dididik oleh ulama-ulama rabbani. Setelah memasuki Konstantinopel disana terdapat sebuah
gereja Hagia Sofia Al-Fatih
dengan kebaikan akhlaknya memberikan sikap bijaksananya dan perlindungan kepada
seluruh penduduk Konstantinopel.
4. BayazidII(884-918H/1481-1512M).
Menggantikan
kedudukan ayahnya, Bayazid II penguasa yang tidak terlalu
kuat. Ketidakharmonisan ini sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi
masyarakat yang sebelumnya sangat dinamis.Kesejahteraan para guru/pengajar juga
sangat diperhatikan. Sultan dikenal sebagai seorang pemimpin yang
mencintai penduduk dua kota suci Makkah dan Madinah.
5. SalimI(1512-1520M/918-926H).
Selama menjabat sebagai pemimpin
tertinggi, Salim I membuat wajah baru dalam pemerintahan Daulah
Usmani. Dimasa pemerintahannya banyak kebijakan yang dilakukan dalam
bidang kemiliteran. Salim I merupakan salah satu penguasa Salim I juga seorang pujangga yang menulis puisi dalam
bahasa Turki dan Persia menggunakan nama
Mahlas Selimi, yang kumpulan puisi Persianya masih utuh hingga hari ini
Dalam salah satu puisinya, dia menulis, «Sebuah permadani cukup besar untuk diduduki oleh dua orang
sufi, tetapi dunia tidak cukup besar untuk dua orang raja».
6. SulaimanAl-Qanuni(927-974H/1520-1566M)
Sulaiman
lahir pada tanggal 6 November 1469 M di Trabzon. Sulaiman Al-Qanuni naik
tahta pada saat Turki Usmani mengalami puncak kejayaan, peristiwa penting
di masa kepemimpinannya, ialah upaya penyempurnaan undangundang Turki
Usmani. Sulaiman Al-Qanuni melakukan pembangunan yang
fenomenal. Masjid Sulaiman, 81 masjid jami’, 52 masjid
kecil, 55 madrasah, 7 asrama pelajar, 5 buah
takiyah , 7 jembatan, 33 istana, 18 pesanggrahan, 5
museum dan 33 pemandian umum. Penaklukan yang dilakukan Sulaiman A-Qanuni menyebabkan kesultanan
menguasai kota-kota besar Islam sepertiMekah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, dan
Baghdad.
D.
Kemunduran Peradaban Islam Masa Daulah Usmani
Mundurnya Daulah Usmani ditandai
dengan kebangkitan bangsa Barat atau Eropa, hal ini disebabkan karena lemahnya
penguasa Daulah Usmani dan lemahnya sistem pemerintahan. Pasukan
Inkisyariyah juga berpengaruh terhadap kekacauan kekacauan yang timbul pada
saat itu.
Kondisi pemerintahan yang lemah
dan kemerosotan akhlak para pemimpin Daulah
Cinta dunia, pola hidup mewah dan
berfoya-foya, sikap iri hati, saling membenci , dan banyak
perilaku dhalim dari penguasa. Banyak masyarakat yang terlena dengan
gemerlap dunia namun banyak juga yang merana dan terbelenggu dalam jurang
kemiskinan. Sehingga lambat laun, banyak yang meninggalkan nilai-nila
agama dan sosial. Banyak terjadi upaya penyerangan dari Raja-raja Eropa, hal
ini sudah dimulai sejak akhir abad XVI. Dalam
perjuangannya, mereka banyak dibantu oleh pihak Barat untuk mewujudkan
citacitanya.












